Selasa, 30 Desember 2014

Pendidikan Tidak Penting

Bagi Einstein adalah belajar bukan pendidikan. Pendidikan hanyalah ruang formal proses belajar siswa. Pendidikan bukanlah inti dari proses belajar. Hakikatnya adalah belajar, bukan pendidikan. Karena Einstein menganggap gelar tidak terlalu penting, setelah lulus, pada tahun 1901, Einstein menjadi satu-satuya alumni yang tidak ditawari pekerjaan oleh pihak universitas. Ia menganggur dan frustasi dengan itu.

Lets Study
Berdasarkan cerita diatas Einstein juga membutuhkan gelar. Belajar memang penting. Sekolah tidak penting. Gelar tidak penting. Tetapi, sekolah dapat membantu proses belajar Anda. Mugkin Anda -tidak sebagai mana Einstein- menyukai sekolah. Jika hal itu menyenangkan bagi Anda, tetaplah disana. Tetapi, jika Anda tidak bahagia, tinggalkan tempat itu. Bebaskan pikiran Anda seperti Einstein. Ikuti kemana arah hati anda mengajak, sebab disitulah pintu kesuksesan terbuka. arah hati Einstein mengajaknya kedunia Fisika. arah hati Anda mengajak ke dunia luar Fisika. Ikuti saja. Nikmati proses belajar Anda seperti Einstein menikmati proses belajarnya. Anda hanya membutuhkan satu kata "Belajar", dan tidak yang lain

Senin, 29 Desember 2014

Belajar = Bermain

Ada sebuah ungkapan kuno yang sepertinya saat ini sudah tak bisa dipertahankan, "Jangan main-main dalam belajar". Oleh karena ungkapan kuno itu telah meresap di alam bawah sadar kita, hampir setiap orang percaya bahwa belajar tidak ada hubungannya dengan bermain.


Metode pelajaran yang dekat dengan sifat dan semangat seni, menurut Einstein, adalah metode bermain.
Cara-cara yang indah dan kehendak bebas, menurut Einstein, sehuarusnya similiki oleh guru agar kelas tidak menjadi jenuh, proses belajar-mengajar tidak kaku, dan siswa merasa gembira, sehingga mereka berekpresi kreatif dan mengembangkan pengetahuan yang telah mereka dapatkan di dalam kehidupan.

Dan, memang demikianlah bahwa metode yang diperlukan oleh seseorang dalam mempelajari sesuatu harus sesuai dengan kesukaan, hobi, atau kebiasaannya. Denagn begitu, ia akan merasa senang. Belajar baginya bukan tekanan, tetapi hobi. Bahkan, ia mungkin merasa tidak senang diajari sesuatu, tetapi diajak bermain sesuai dengan hobinya.

Metode Einstein dalam mengajar anak yakni dengan bermain. Bermain berarti membawa anak include dalam pengalaman. Pengetahuan yang mereka dapatkan tidak berasal dari pencekokan oleh guru atau dengan pembacaan yang serius terhadap buku-buku, tetapi berasal dari pengalaman langsung. Dalam hal ini, Einstein pernah berkata " Informasi bukanlah pengetahuan. satu -satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman"

9 Gaya Belajar Einstein

Melihat prestasi prestasi yang luar biasa , tentu orang berpikir tentang bagaimana Einstein belajar. Disini saya hanya membahas sembilan gaya belajaryang dapat Anda jadikan panduan untuk mengikuti jejak-jejak Einstein.

1. Mencari Soal-Soal yang Memiliki Kemungkinan Jawaban

2. Menggunakan Pola dan Cara Sendiri dalam Memecahkan Masalah

3. Berani Membangkang terhadap Ide Umum yang Ada

4. Berusaha Menemukan Solusi dengan Menumbukan Ide-Ide Hebat, Bersabar dan Menunda Penilaian, serta Mengabaikan Fakta Fakta yang tidak menyenangkan

5. Suka Berkhayal tentang Fenomena-Fenomena Fisika

6. Yakin bahwa apa yang Dilakukan Benar

7. Lebih Banyak Berkarya Ketimbang Bicara

8. Sangat Ambisius dan Selalu Merealisasikan Ide-Ide Baru Yang Dipikirkan

9. 35% untuk Pikiran, 65% untuk Keringat

Rahasia Cara Belajar Einstein



Albert Einstein (14 Maret 1879 - 18 April 1955), siapa yang tidak mengenal nama ini? Nama Einstein seolah identik dengan kata "genius". Ia dianggap sebagai ilmuwan terbesar sepanjang masa. 

Einstein adalah seorang fisikawan teoritis kelahiran Jerman yang berasal dari keluarga Yahudi yang terlalu taat. Ia adalah pencipta teori relativitas (umum dan khusuS), salah satu dari dua pilar fisika modern (bersama mekanika kuantum).Ia dianugrahu hadiah Nobel untuk Fisika pada tahun 1921 atas penemuannya pada hukum efek fotolistrik, sebuah hukum penting yang mendasari terciptanya teori kuantum.

Einstein juga banyak menangani masalah masalah utama dalam makanika statistik, teori partikel, gerak molekul, teori medan, dan kosmologi. Ia  telah menerbitkan 300 makalah ilmiah dan 150 karya nonilmiah. Sebuah prestasi intelektual yang mengagumkan.

Einstein juga manusia biasa seperti kita. Ia juga makan, minum, tidur, merasa sedih, dan lain sebagainya.
Sama seperti kita. Hanya saja mungkin niat , cara, semangat, dan proses Einstein dalam belajarlah yang berbeda dengan kita.




"BEBASKAN PIKIRAN ANDA SEPERTI EINSTEIN. IKUTI KEMANA ARAH HATI ANDA MENGAJAK, SEBAB DISITULAH PINTU KESUKSESAN TERBUKA. ANDA HANYA MEMBUTUHKA SATU KATA "BELAJAR", DAN TIDAK YANG LAIN"